Kaki atau Tangan Sering Kesemutan: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kaki atau tangan yang sering kesemutan bisa disebabkan oleh saraf terjepit, aliran darah terganggu, hingga kondisi medis tertentu. Kenali penyebab dan cara mengatasinya sebelum menjadi masalah serius.
12/21/20252 min read


Pendahuluan
Hampir semua orang pernah merasakan kesemutan di kaki atau tangan. Sensasinya bisa berupa rasa seperti ditusuk jarum, kebas, atau mati rasa sementara. Pada sebagian besar kasus, kesemutan memang bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika kesemutan sering muncul, berlangsung lama, atau terasa semakin parah, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.
Kesemutan sebenarnya adalah tanda bahwa saraf atau aliran darah tidak bekerja optimal. Bisa karena tekanan sementara, tetapi bisa juga menjadi sinyal awal gangguan saraf yang lebih serius.
👉 Baca juga: Perbedaan Nyeri Pinggang Karena Otot dan Saraf
Kesemutan Akibat Tekanan pada Saraf
Penyebab paling umum kesemutan adalah tekanan pada saraf. Duduk bersila terlalu lama, tidur dengan posisi menekan lengan, atau menopang siku terlalu lama dapat membuat aliran sinyal saraf terganggu. Akibatnya, muncul sensasi kesemutan yang biasanya akan hilang setelah posisi tubuh diubah.
Namun, jika tekanan pada saraf terjadi terus-menerus, misalnya akibat postur tubuh yang buruk atau saraf terjepit di tulang belakang, kesemutan bisa menjadi lebih sering dan berlangsung lebih lama.
Gangguan Aliran Darah
Aliran darah yang tidak lancar juga dapat memicu kesemutan, terutama di tangan dan kaki. Saat aliran darah berkurang, jaringan saraf kekurangan oksigen sehingga menimbulkan rasa kebas atau kesemutan. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang jarang bergerak, duduk terlalu lama, atau memiliki masalah pembuluh darah.
Pada beberapa kasus, kesemutan akibat gangguan aliran darah disertai dengan rasa dingin pada ekstremitas, perubahan warna kulit, atau kram.
👉 Baca juga: Nyeri Pinggang Saat Bangun Tidur: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kesemutan yang Berasal dari Saraf Tulang Belakang
Saraf yang berasal dari tulang belakang menyuplai sinyal ke tangan dan kaki. Jika terjadi gangguan di area ini, seperti saraf terjepit di leher atau pinggang, kesemutan bisa menjalar hingga ujung jari tangan atau kaki.
Kesemutan jenis ini sering disertai gejala lain seperti nyeri menjalar, rasa panas, atau kelemahan otot. Keluhan bisa memburuk saat duduk lama, menunduk, atau melakukan gerakan tertentu.
Kondisi Medis yang Perlu Diwaspadai
Kesemutan yang sering atau menetap juga bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kekurangan vitamin B, gangguan tiroid, atau neuropati perifer. Pada kondisi ini, kesemutan biasanya muncul perlahan dan semakin sering dari waktu ke waktu.
Jika kesemutan terjadi di kedua sisi tubuh secara simetris dan tidak berkaitan dengan posisi tubuh, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
👉 Baca juga: Apakah Olahraga Tertentu Bisa Memperparah Nyeri Pinggang?
Cara Mengurangi Kesemutan dalam Kehidupan Sehari-hari
Mengubah kebiasaan sehari-hari sering kali menjadi langkah awal yang efektif. Menghindari duduk atau tidur dalam satu posisi terlalu lama, menjaga postur tubuh yang baik, serta melakukan peregangan ringan dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf dan melancarkan aliran darah.
Selain itu, menjaga pola makan seimbang, cukup bergerak, dan mengelola stres juga berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf.
Kesimpulan
Kesemutan pada kaki atau tangan tidak selalu berbahaya, tetapi jika terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti nyeri dan kelemahan, kondisi ini perlu diperhatikan. Tekanan saraf, gangguan aliran darah, hingga kondisi medis tertentu bisa menjadi penyebabnya.
Mengenali pola kesemutan dan memahami penyebabnya membantu menentukan langkah yang tepat. Jika keluhan tidak membaik dengan perubahan kebiasaan sederhana, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
