Nyeri Pinggang Menjalar ke Kaki: Waspadai Gangguan Saraf

Nyeri pinggang yang menjalar ke kaki bukan sekadar pegal biasa. Kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan saraf yang perlu diwaspadai sejak dini.

12/31/20252 min read

Pendahuluan

Nyeri pinggang sering dianggap sebagai keluhan ringan akibat kelelahan atau salah posisi tubuh. Namun, ketika nyeri tersebut menjalar ke bokong, paha, hingga kaki, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Banyak orang baru menyadari ada masalah serius ketika rasa nyeri mulai mengganggu aktivitas harian.

Nyeri pinggang yang menjalar ke kaki sering kali berkaitan dengan gangguan pada saraf. Jika tidak ditangani dengan tepat, keluhan ini dapat berkembang menjadi nyeri kronis, kesemutan menetap, hingga penurunan kekuatan otot pada kaki.

👉 Baca juga: Kesemutan di Kaki: Kapan Harus Curiga Saraf Terjepit?

Mengapa Nyeri Bisa Menjalar ke Kaki?

Saraf yang mengatur sensasi dan gerakan kaki berasal dari tulang belakang bagian bawah. Ketika saraf ini mengalami tekanan atau iritasi, sinyal nyeri dapat menjalar mengikuti jalur saraf tersebut, dari pinggang hingga ke kaki.

Tekanan pada saraf bisa disebabkan oleh bantalan tulang yang menonjol, peradangan, otot yang menegang, atau perubahan struktur tulang belakang. Inilah yang membuat nyeri terasa tidak hanya di pinggang, tetapi juga menyebar ke area yang lebih jauh.

Ciri Nyeri Pinggang yang Berkaitan dengan Saraf

Nyeri akibat gangguan saraf biasanya memiliki karakter yang khas. Rasa nyeri sering digambarkan seperti tertarik, menusuk, tersetrum, atau terbakar. Nyeri bisa muncul secara tiba-tiba atau semakin parah saat duduk lama, membungkuk, atau mengangkat beban.

Selain nyeri, keluhan sering disertai kesemutan, kebas, atau rasa tidak nyaman di kaki. Pada sebagian orang, keluhan ini hanya terjadi di satu sisi tubuh, yang menjadi petunjuk kuat adanya gangguan pada jalur saraf tertentu.

👉 Baca juga: Perbedaan Saraf Terjepit dan Nyeri Otot Pinggang yang Sering Disalahartikan

Perbedaan dengan Nyeri Otot Biasa

Nyeri otot pinggang umumnya terasa lokal dan tidak menjalar jauh. Rasa sakit biasanya berkurang dengan istirahat, peregangan, atau kompres hangat. Aktivitas ringan masih bisa dilakukan meski terasa tidak nyaman.

Sebaliknya, nyeri pinggang akibat gangguan saraf sering menetap dan sulit hilang hanya dengan istirahat. Rasa nyeri dapat muncul bahkan saat tubuh dalam keadaan diam, dan sering kambuh saat posisi tubuh berubah.

Pengaruh Posisi Tubuh dan Aktivitas

Posisi tubuh memiliki peran besar dalam memperparah atau meredakan nyeri. Duduk terlalu lama, postur membungkuk, atau berdiri tanpa penyangga pinggang dapat meningkatkan tekanan pada saraf. Aktivitas tertentu seperti batuk atau mengejan juga bisa memperburuk nyeri menjalar.

Menariknya, beberapa penderita justru merasa lebih nyaman saat berjalan pelan atau berbaring dengan posisi tertentu. Pola ini menjadi petunjuk penting bahwa sumber nyeri berasal dari saraf, bukan sekadar otot yang tegang.

👉 Baca juga: Nyeri Pinggang Saat Duduk Lama: Otot atau Saraf?

Risiko Jika Tidak Ditangani dengan Tepat

Jika gangguan saraf dibiarkan, tekanan yang berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan saraf. Akibatnya, nyeri menjalar bisa berubah menjadi mati rasa, kelemahan otot, atau gangguan keseimbangan.

Dalam kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami kesulitan berjalan atau berdiri lama. Penanganan yang terlambat juga membuat proses pemulihan menjadi lebih lama dan kompleks.

Kesimpulan

Nyeri pinggang yang menjalar ke kaki bukan sekadar pegal biasa. Kondisi ini sering menjadi tanda adanya gangguan saraf yang perlu diwaspadai. Mengenali ciri-cirinya sejak dini membantu mencegah komplikasi jangka panjang.

Jika nyeri pinggang disertai kesemutan, kebas, atau nyeri menjalar yang tidak kunjung membaik, sebaiknya jangan menunda untuk mencari penanganan yang tepat. Tubuh selalu memberi sinyal, dan nyeri adalah salah satunya.